Allah SWT
berfirman: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang
keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui
masing-masing. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? dari
keduanya keluar mutiara dan marjan.” (Q.S.
Ar-Rahmaan: 19-22)
Ayat di atas berbicara tentang laut, dan apa yang keluar
dari salah satu laut berupa marjan dan dari laut lainnya lagi berupa mutiara.
Laut yang pertama rasanya asin, demikian juga yang kedua. Dan kapan manusia
mengetahui bahwa laut yang asin itu berbeda-beda, dan bukannya laut yang
memiliki kandungan sama. Hal ini tidak diketahui oleh manusia kecuali setelah
mereka memasuki tahun 1942. Pada tahun 1873 manusia mengetahui bahwa ada tempat
tertentu di dalam laut yang kandungan airnya berbeda-beda.











